2011/04/24

Elephant Nosed Fish (Gnathonemus petersi)

Elephant nosed fish (Gnathonemus petersi) famili Mormyridae berasal dari danau dan rawa - rawa Kamerun, Kongo serta Zaire, di Afrika. Masuk ke Indonesia sekitar tahun 1978 dan populer dengan nama " Ikan Gajahan ", karena mulutnya yang panjang menyerupai belalai gajah.


Pada malam hari ikan ini gesit. Namun siangnya ia lebih suka bermalas - malasan. Mungkin ini disebabkan oleh indera penglihatannya yang peka terhadap cahaya. Si Gajah pemalas ini ternyata bukan tergolong ikan penakut karena ia punya senjata andalan. Jika ada musuh mendekat, menyerang atau menyentuhnya hingga membuatnya kaget, dengan segera ia akan mengeluarkan arus listrik dari tubuhnya. Arus listrik itu terpancar dari bagian belakang tubuhnya yang berwarna putih, tapi tidak berbahaya bagi manusia, karena voltasenya kecil.
Ikan gajahan pantang dipelihara hanya dua ekor dalam satu akuarium. Sebab bila hanya dua ekor ikan jenis ini  dalam satu tempat, mereka akan sering berkelahi. Untuk menghindarinya sebaiknya dipelihara lebih dari 2 ekor, minimal enam ekor ikan gajahan dalam satu akuarium, agar tidak terjadi perkelahian. Sebaiknya di dalam akuarium dipasang bonggol kayu atau aksesories lain sebagai pemisah, sehingga masing - masing ikan punya daerah kekuasaan sendiri - sendiri.
Namun ikan yang terkenal galak terhadap sesamanya ini ternyata justru peramah terhadap jenis ikan lain. Ikan - ikan yang pantas dipadukan dengannya adalah yang berwarna cemerlang, agar tubuh ikan gajahan yang hitam itu diimbangi oleh variasi warna lain. Lebih baik lagi kalau ikan itu senang berenang di tengah dan dibagian atas akuarium. Karena si gajah ini sukanya hanya di dasar akuarium.

Perawatannya
Ikan gajahan termasuk tahan banting. Asalkan air akuarium tetap dijaga pada pH sekitar 6 - 7 dan bersuhu 24 derajat Celcius. Dengan pH dan suhu itu air akuarium tahan selama berbulan - bulan tanpa pergantian. Air yang digunakan bisa dari sumur atau PAM asalkan telah diendapkan selama minimal sehari semalam.
Pakan alami berupa cacing atau jentik nyamuk yang paling disukai si gajahan ini. Pakan buatan berupa bubuk kering, selain tidak disukai juga akan lebih cepat mengotori air akuarium.
Karena sangat peka terhadap cahaya, ikan bermulut belalai ini, pantang terkena sinar matahari langsung. Lebih baik kalu ia diberi sinar lampu yang dipancarkan ke akuarium. Selain itu, kalau akuarium terlalu banyak terkena sinar matahari, pertumbuhan ganggang akan terpacu, akibatnya akuarium akan terlalu cepat kotor.
Ikan gajahan ini ada yang berbelali tunggal dan ada pula yang ganda ( Gnathonemus elephas), harganya lebih mahal dari pada yang tunggal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar